Dalam, kehidupan sehari-hari,
sering kali kita temukan kegiatan uyang dilakukan berulang-ulang. Dimulai pada
kondisi tertentu, dilakukan langkah berulang, kondisi selesai, sebagai contoh
untuk menghabiskan sepiring nasi (kondisi awal) kita suap satu sendokk demi
satu sendok. Setiap kali langkah makan satu sendok, banyaknnya nasi dalam
piring berukuran satu sendok. Kita berhenti makan apabila makanan yang dipiring
telah habis (kondisi selesai).
Namin adakalanya, baik berkurang maupu bertambah jumlahnya, tidak dapat ditentukan kapan(sudah berapa kali) perulangan dilakukan. Pada kasus membeli bensin, kita tahu kapan berhenti secara pasti, yaitu bila mesin telah mengeluarkan bensin sebanyak 5 liter. Namun pada kasus makan sepiring nasi, kondisi berhenti apabila sepiring nasi dalam piring telah habis. Kita tidak peduli, berapa sendok yang kita telah makan.
Salah satu kelebihan komputer adalah dapat melakukann perhitungan berulang dengan secara cepat. Oleh karena itu banyak persoalan yang melibatkan langkah-langkah yang sering diulang maka salah satu aspek algoritma yang penting adalah mempelajari aspek-aspek perulangan.
Namin adakalanya, baik berkurang maupu bertambah jumlahnya, tidak dapat ditentukan kapan(sudah berapa kali) perulangan dilakukan. Pada kasus membeli bensin, kita tahu kapan berhenti secara pasti, yaitu bila mesin telah mengeluarkan bensin sebanyak 5 liter. Namun pada kasus makan sepiring nasi, kondisi berhenti apabila sepiring nasi dalam piring telah habis. Kita tidak peduli, berapa sendok yang kita telah makan.
Salah satu kelebihan komputer adalah dapat melakukann perhitungan berulang dengan secara cepat. Oleh karena itu banyak persoalan yang melibatkan langkah-langkah yang sering diulang maka salah satu aspek algoritma yang penting adalah mempelajari aspek-aspek perulangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar